Geng Motor di Sweeping Petugas Polsek Batang Kapas.

Batang Kapas, 11 Agustus 2011. Aksi geng motor yang terjadi di Pasar Batang Kapas Nagari IV Koto HIlir Kecamatan Batang Kapas Kabupaten Pesisir Selatan sangat meresahkan masyarakat setempat. Warga terganggu akibat suara bising dari kendaraan kelompok geng motor. Kegiatan ini berlangsung tiap malam minggu sampai menjelang subuh. Aktivitas geng motor sudah menjadi ancaman kalau dibiarkan, Kenapa? yang berada di dalam geng motor tersebut adalah usia remaja, usia yang labil dimana ingin di akui dan di hargai dalam tindakannya, Sayangnya terkadang mereka memilih tempat yang keliru. Perbuatan geng motor itu sudah menganggu ketentraman masyarakat dan tidak mungkin di sepelekan lagi karena telah merenggut korban jiwa. Seperti yang telah kita lihat beberapa bulan ini sebelumnya, mereka tidak lagi berasal dari Kecamatan Batang Kapas tetapi datang dari Surantih, Ampiang Parak, Painan dan Sago.
Mensikapi hal ini, tindakan tersebut telah diwadahi juga oleh tokoh–tokoh masyarakat setempat, tetapi tidak ditanggapi sama sekali. Sehingga Koramil dan Kapolsek Batang Kapas maupun anggotanya hampir tiap malam minggu mengawasi dan menertibkan ulah anak muda yang ugal – ugalan di jalanan dan merasa tindakan geng motor tidak layak dilakukan di tengah – tengah masyarakat yang butuh ketenangan. Begitu juga Pak Samidin selaku Koramil Batang Kapas telah mengkonfirmasikan kepada Wali Nagari setempat dan Camat Batang Kapas untuk memberikan saran dan pandangan terhadap tindakan geng motor, agar dapat di berantas dan disikapi oleh orang tua terhadap didikan anak yang mengikuti geng motor, karena merusak masa depan anak itu sendiri.
Tindakan ini telah dilakukan sweeping oleh Kapolsek Batang Kapas ( Gusirwanto ) pelaksanaan razia pada hari Sabtu malam sekira jam 11.30 wib sampai subuh yang berlokasi di tempat kejadian, beliau beserta anggotanya menangkap anak-anak geng motor. Tertangkapnya anak-anak tersebut semoga membuat mereka jera di jalanan, ungkap Kapolsek ( Gusirwanto ), saya sangat jengkel sekali tindakan mereka seperti tidak baik dan saya sangat prihatin dengan kejadian ini, butuhnya pembinaan orang tua di rumah dan memberi mereka pendidikan yang seusia mereka. Dan saya telah memberikan arahan pada anggota saya untuk menangkap setiap anak yang ugal-ugalan dijalanan dan menganggu ketentraman masyarakat.
Salah satunya yang tertangkap di tempat kejadian seorang pelajar sekolah yang bernama Ringgo (17 thn), dengan alamat Koto Gunung IV Koto Mudiek dan saat penangkapan dia terjatuh disisi badan jalan, keadaannya saat ini tidak sadar diri yang menginap penyakit ayan. Saat ditemui Kapolsek di rumah orang tua anak di Koto Gunung mereka memang keluarga kurang mampu. Orang tuanya dalam keadaan sakit dan butuh berobat, si anak disuruh untuk meminta duit pada sanak keluarganya, tetapi si anak nakal di jalanan dan terjaring razia.
Dari kejadian-kejadian tersebut, haruskan perbuatan geng motor dibiarkan dan tidak disikapi ?. Semoga dengan catatan kecil ini dapat bermanfaat dan menjadi acuhan ke depan bagi pembinaan generasi muda penerus bangsa ini, dan disikapi dengan bijaksana oleh orang tua anak terhadap status sosial anak di tengah kehidupan bermasyarakat, karena dengan hidup yang sempurna mempunyai badan yang utuh itu lebih bermanfaat dari pada hidup tidak memiliki kaki, tangan dan sebagainya karena ulah ugal-ugalan tadi dijalanan.

Iklan